Dari tiga laga yang akan kita saksikan malam dan dini hari nanti, gw memilih membicarakan Portugal vs Pantai Gading, ketimbang New Zealand vs Slowakia dan Brazil vs Korut. Dua pertandingan terakhir bakal tak ada kejutan berarti dan tidak akan menarik, kecuali besarnya “curiosity” (keingin tahuan) tentang Tim Misterius dari Asia Timur itu. Dari seluruh aspek, hanya Protugal vs Pantai Gadinglah yang layak dicermati, dianalisa, dan ditonton.
Baik Portugal dan Pantai Gading adalah penganut aliran yang gw sebut “power football” alias sepak bola yang mengandalkan kekuatan: mental tak menyerah, kecepatan berlari, kemampuan individual, stamina, dan serangan-serangan bergelombang. Kedua tim tidak akan pernah menyuguhkan permainan membosankan ala Belanda dan Denmark, permainan yang, semalam, hanya layak dipertunjukkan oleh para lansia itu. Sebaliknya kedua tim adalah protitipe dari dua benua, Eropa dan Afrika, yang percaya dengan keaslian permainan bola dan sedikit berbau “machoisme”. Bagi mereka, kemenangan dalam bertanding harus dicapai dengan perjuangan 90 menit habis-habisan dan tidak perlu menampilkan sikap bermanis-manis, apalagi lembek.
Itu lah power footbal, dan beruntunglah kita menyaksikan untuk pertama kalinya mereka bertemu di Piala Dunia 2010! Tak pelak lagi, mata dunia akan memelototi permainan dua kampiun bola pada saat ini: Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Didier Drogba (Pantai Gading). tentu dengan catatan bila pemain yang disebut terakhir sudah bisa tampil setelah cedera. Kalau Drogba tidak tampil, maka para penonton harus puas dengan penampilan Kolo Toure, pemain sayap kiri Pantai Gading yang juga menjadi andalan Tim Gajah dari Afrika itu.
Ronaldo akan mendapat beban baru sebagai Kapten tim, disamping sebagai pencetak gol yang produktif. Kendati selama enam belas bulan terakhir Ronaldo mengalami kemarau gol, toh mantan striker Manchester United yang kini merumput di Real Madrid itu harus membuktikan produktivitasnya malam ini. Sebab jika Portugal sempat mengalami kekalahan, maka posisinya di Group G yang dijuluki Grup Neraka ini akan rawan. Di sana masih menanti Brazil dan Slowakia, sementara Selandia Baru yang terhitung lemah juga tetap harus ditaklukkan secara telak! Bagi Tim Gajah Afrika, kemenangan malam ini bukan saja penting bagi eksistensinya tetapi juga akan menjadi bukti bahwa Pantai Gading adalah memang layak memimpin sepakbola di benua hitam tersebut. Di kaki Drogba, atau alternatifnya Toure, lah gelombang serangan akan dilancarkan, dengan dibantu para pemain muda usia seperti Salomon Kalou dan Seydou Dumbia. Kendati Toure mengisi posisi bek, bukan tidak mungkin ia adalah sejenis bek penjelajah yang akan mampu memberi inspirasi kepada dua ujung tombak Kallou dan Doumbia untuk melakukan serangan ke jantung pertahanan Portugal yang dikawal oleh Ricardo Carvalho, Fabio Coentrao, Bruno Alves, dan Paulo Ferreira.
Pantai Gading yang menggunakan formasi 4-4-2, akan menyerahkan pertahanan belakang, selain Toure, kepada Bamba, Siaka Tiene, dan Emmauel Eboue. Pelatih Sven Goran Eriksson, yang hapal benar dengan permainan Portugal pasti mengetahui bagaimana kita menghentikan Ronaldo dkk. Namun demikian, Portugal tampaknya sudah lebih dari siap untuk menghadapi lawan. Pelatih Carlos Queiroz, akan menggunakan formasi 4-3-3 pada malam ini dengan tiga ujung tombak Liedson, Sabrosa, dan Ronaldo. Di lini tengah, Portugal akan ditempati Pedro Mendes, Raul Meireles, dan Deco. Tampaknya Queiroz punya kepercayaan diri bahwa dengan formasi seperti ini squadnya akan mampu mengobrak abrik benteng pertahanan Toure dkk. Tentu hal ini sangat tergantung kepada Ronaldo apakah musim paceklik di kakinya sudah usai malam ini. Ia harus berhati-hati karena dirinya pasti menjadi incaran barisan Gajah dari Afrika untuk dilokalisasi gerakannya agar tidak bisa terlalu dekat dengan kotak penalti. 
Partai Portugal vs pantai Gading jelas akan menjadi tontonan tersendiri malam ini. Kita akan melihat sebuah negara dunia ketiga yang berhasil menempatkan para pemain bolanya hampir di seluruh klob bola bergengsi seperti Arsenal (Eboue), Stuttgart (Boka), Sevilla (Zokora), Barcelona ( Yaya Toure), Manchester City (Kolo Toure), dan tentu saja Chelsea (Drogba). Belum lagi Moskwa (Doumbia), Chelsea (Kalou), dan Galatasaray (Keita). Bintang-bintang pesepakbola Pantai Gading seolah-olah sama banyaknya dengan bintang-bintang yang menaburi langit Pantai Gading di malam hari. Portugal, tak usah dibicarakan lagi. Selain Ronaldo, pemain seperti Nani (Manchester United), Liedson (Sporting Lisbon), Simao Sabrosa (Atletico Madrid) dan Tiago (Atletico Madrid). Kelemahan Pantai Gading adalah seperti kebanyakan pemain Afrika yang mudah kalut jika telah gol telah bersarang lebih dahulu di gawang mereka. Ini tentu akan dimanfaatkan oleh Ronaldo dkk yang lebih bergaya Eropa, yaitu bertahan ketika menang angka. Namun apabila Pantai Gading menceploskan gol lebih dahulu, bukan tidak mungkin serangan-serangan juga akan makin meningkat. Dengan “power football” yang akan ditampilkan kedua tim, maka laga malam ini akan bisa menebus kekecewaan para pcinta sepak bola di seluruh dunia dengan pertandingan membosankan dari Belanda vs Denmark semalam yang tidak menunjukkan sikap dan gaya sang calon juara. Skor 1:1.
foto by kompas



dan kita harus menyiapkan ‘power’ kita untuk begadang dan memelototi pertandingan2 di turnamen akbar ini
banyak kejutan muncul di piala dunia edisi kali ini. tim2 besar pada loyo, dan sebaliknya tim2 non unggulan tampil bersemangat dan berenergi. mungkin karena pemain2 top dari negara2 unggulan sudah pada letih setelah diforsir di liga2 eropa dan liga champions eropa..
Portugal idolanya putriku Bee.. ada Cristian Ronaldo yang cakep katanya..hehehe
wah saya ng ngerti, cuma ikut2 nonton aja, ikut teriak2 aja kalau gol
siiip infonya gan, tukeran link gan, linknya dah aq pasang di blogku, ditunggu…
siiip infonya gan, tukeran link gan, linknya dah aq pasang di blogku, ditunggu…
Mampir… Long time not to be here…!
Keep intouch…!
ayoooooo jagooo mana nich?????????
jarang update lagi ya bos?