Selamat datang Piala Dunia 2010

11 06 2010

Malam ini adalah kick off pertandingan Piala Dunia Sepakbola 2010 di Afrika Selatan, sebuah negeri yang sejak awal1990-an tak henti-hentinya telah menjadi sorotan ummat manusia sejagat. Sejak Presiden Nelson Mandela berhasil menumbangkan rezim Apartheid dan melakukan reformasi melalui sebuah gerakan pemaafan politik da…n rekonsiliasi nasional, Afrika selatan benar-benar menjadi sebuah contoh bagi perubahan dari kondisi gelap menuju terang, dari penindasan HAM menjadi negara demokrasi. Tak berhenti disitu, Mandela dan para penerusnya menampilkan keuletan mereka untuk menjadikan negara Afrika Selatan menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan, bukan saja secara politik tetapi juga bidang lain termasuk olah raga sepak bola.

Lihatlah kemajuan tim “Bafana-Bafana” Afsel yang malam ini akan menjamu Mexico dalam pembukaan pertandingan yang disaksikan sendiri oleh Bapak Afsel, Nelson Mandela. Tim yang semula tidak begitu meyakinkan (peringkat 83 menurut FIFA), setelah dibesut oleh pelatih Carlos Alberto Parreira (CAP) dari Brazil, ternyata mampu membuat decak kagum lawan–lawannya: 12 kali bertanding tak terkalahkan secara berturut-turut termasuk melawan Timnas Denmark (1:0) pekan lalu! Kini Bafana-Bafana akan bermain di depan Sang Penakluk Apartheid, Nelson Mandela, sudah pasti akan semakin habis-habisan menampikan kebolehannya di lapangan hijau karena ini bukan sekedar olehraga, tetapi juga sebuah persembahan kepada sang Idola.

Tim Afsel, memang tak seheboh Mexico dalam soal pengalaman bertanding pada tataran Piala Dunia. Tim dari Amerika Latin ini selama empat kali Piala Dunia terakhir selalu berada pada 16 besar, sebuah capaian yang bukan cuma “kebetulan” apalagi sekedar “hadiah” belaka. Squad yang ditangani Javier Aguirre ini dengan meyakinkan menaklukkan Itali (2-1) dalam uji coba sebelum bertandang ke Afsel dan memiliki bintang-bintang top seperti Javier Hernandez yang bermain dengan Manchester United dan pemain veteran Cuauhtemoc Blanco. Para penggemar bola juga sudah sangat yerbiasa melihat permainan Tim Mexico yang penuh dengan atraksi dan kecepatan serangan balik yang bisa merobek-robek pertahanan lawan. Tentu para pemain Mexico yang menjadi tamu akan menghadapi tekanan psikologis di depan lebih dari 90000 penonton yang mayoritas akan mendukung sang tuan rumah. tetapi pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi serta kualitas individual (yang di Amerika Latin merupakan trade mark setiap tim sepakbola), akan sangat berguna untuk menghentikan ulah para Bafana-Bafana.

Saya lebih familier dengan Mexico ketimbang dengan Afsel sehingga secara rasional cenderung mengunggulkan Tim dari Amerika Latin ini. Kendati demikian, saya juga tidak akan heran jika Bafana-Bafana akan bisa membuat kejutan dengan setidaknya bermain imbang atau menang tipis, karena keuntungan sebagai tuan rumah dan semangat tempur yang tak dimiliki (mungkin) oleh tim lain. Sering dalam sepakbola, semangat juang dapat mengatasi kelenmahan dalam soal keahlian teknis, sebagaimana kita pernah saksikan ketika Kamerun menekuk Argentina dan Senegal menjungkalkan Perancis pada 1990. Toh, jika pemain Mexico bisa tetap cool dan mengurangi eksentisitas mereka seperti yang biasa mereka lakukan, tampaknya kemenangan bukan mustahil ditangan mereka. Skor 2:1 untuk Mexico.

gbr by kompas

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: